UNGARAN – Kebakaran terjadi di bulan agustus Tahun 2015 di Musim Kemarau, Siklus Alam Menghendaki perubahan Hutan di Gunung Ungaran. Tepatnya Lokasi di 1850 mdpl Sisi Utara Gunung Ungaran di atas kebun teh dengan luasan 25 hektar . Semburat Api terlihat dari bawah (Basecamp), Anggota Sakpala dengan jumlah 16 Orang setelah breefing dari basecamp, pembagian tiap petak yang akan dituju dan tiap tim bergegas naik untuk memutus jalur api dengan menggunakan alat seadannya dari ranting kering, tumpukkan rumput, dan kain bekas yang sudah dibasahi air terlebih dulu. Ada 3 Petak lahan yang terbakar dan kemungkinan masih ada petak yang tidak bisa dijangkau/tebing.

Minggu pertama tim sakpala dari siang bekerja memutus jalur api, dan malam memantau titik api yang kemungkinan masih bisa menjalar lebih luas, tim mulai mengatur strategi dihari berikutnya dimana tim membuat pola agar api tidak meluas. Pagi minggu ke 2 mulai membagi anggota, tim bergerak dari jumlah anggota 16 orang terbagi 4 tim dan membentuk pola ditiap sudut perluasan lahan yang terbakar, terik matahari mulai menyengat tepat diatas kepala dan waktu menunjukkan pukul 12.10 WIB. Sisa-sisa tenaga dari anggota pertim mulai kewalahan memadamkan titik api yang masih terbakar, dan pada akhirnya tiap anggota tim bersepakat untuk istirahat karena titik-titik api tidak akan mungkin terlihat di siang hari , dan tidak memungkinkan untuk memadamkannya. Setelah istirahat beberapa jam, anggota tim semaksimal mungkin bekerja membuat pola baru untuk dilakukannya di malam hari. Anggota Sakpala ada beberapa yang turun dan ada beberapa yang masih berada di zona atau area yang terbakar. Malam hari mulai beranjak dan tim bersiap bekerja setelah dipelajari karena tidak adanya pohon yang memutus alur api atau berada di area rerumputan dengan perluasan atau sabana. Langkah yang harus di buat diputusnya alur/jalur api yang kemungkinan merambat disiang hari karena cuaca masih kemarau panjang, pemadaman langkah selanjutnya mengenai malam hari karena memungkinkan titik api terlihat di malam hari. Dari langkah yang dikerjakan dan dilakukannya pemadaman, titik-titik api perlahan mulai padam dan terpantau aman walaupun asap masih mengebul di area sekitar zona yang terbakar. Tim mulai turun ke basecamp, dan ada anggota yang menginap di desa promasan untuk memantau. Akan dipastikan turun setelah keadaan aman dan tidak ada titik api yang tersisa.

        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *